Our social:

Minggu, 26 Maret 2017

Keren dan Kekinian, Pemilihan Kepala Desa di Indonesia Mulai Menggunakan e-Voting


Kabupaten Bogor 
Sebanyak 36 desa di 26 kecamatan Kabupaten Bogor akan melaksanakan pemilihan kepala desa serentak, Minggu, 12 Maret 2017. Salah satu desa yakni Desa Babakan Kecamatan Ciseeng mulai menggunakan sistem electronic voting (e-voting) sekaligus untuk pertama kali diterapkan pada pesta demokrasi di kabupaten tersebut.


Kepala Seksi Aparatur Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bogor M Jamalludin mengakui penerapan sistem e-voting kali ini sebagai pertimbangan Pemilihan Kepala Daerah 2018 dengan sistem yang sama. "Dari DPR dan Ditjen Disdukcapil akan hadir saat Pilkades untuk mengetahui kesiapan masyarakat. Siapa tahu Pilkada 2018 juga e-voting," katanya, Jumat, 10 Maret 2017.

Dari jadwal penyelenggaraan Pilkades di Kabupaten Bogor, sebanyak 19 desa direncanakan menjalani pemilihan pada 2018 mendatang bersamaan dengan pemilihan kepala daerah dan provinsi. Jumlah desa yang melakukan pemilihan serupa jauh lebih banyak pada gelombang ketiga, 2020 mendatang. Jamal menyebutkan peserta Pilkades 2020 sebanyak 339 desa dari 39 kecamatan atau sisa desa yang belum melakukan Pilkades 2017 dan 2018.

Penerapan sistem e-voting perdana di Kabupaten Bogor diakui masih terkendala sarana prasarana elektronik. Jamal menjelaskan proses pemilihan tersebut menggunakan teknologi komputerisasi yang memerlukan anggaran khusus. Panitia Pilkades tingkat daerah menyiasati keterbatasan anggaran untuk pembelian alat tersebut dengan meminjam ke instansi terkait.


Jamal menegaskan upaya tersebut direalisasikan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Bupati Bogor dengan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi beberapa waktu lalu. "Kita dapat bantuan pinjaman perangkat melalui BPPT dari PT. Inti Bandung," katanya. Ia menyebut jumlah alat yang dipinjamkan sebanyak lima unit komputer dan kartu pintar pengganti surat suara manual.

Sementara itu, Kepala Polisi Resor Bogor Andi M Dicky Pastika menyatakan jajarannya siap mengamankan penyelenggaraan Pilkades serentak di kabupaten Bogor. "Kita sudah siapkan setengah dari jumlah pasukan di Polres Bogor ditambah dari Polda. Kita sudah antisipasi potensi konflik yang bisa terjadi agar tidak terjadi," katanya.

Ia mengatakan pada pelaksanaan Pilkades, dilaksanakan juga pertandingan final Piala Presiden 2017 yang dihadiri presiden. Dicky mengatakan setengah jumlah pasukannya pun dikerahkan untuk mengamankan jalannya pertandingan dan sepanjang jalur perjalanan presiden ke lokasi. Hal itu menurutnya bukan jadi alasan untuk mengurangi pengamanan pada Pilkades 2017

Kabupaten BOYOLALI
Setelah sukses melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dengan sistem elektronik (e-voting) pada tahun 2013, Pemerintah Kabupaten Boyolali kembali melaksanakan Pilkades e-voting dan e-verifikasi secara serentak di 15 Desa di Kabupaten Boyolali pada Kamis (1/12). Pilkades serentak kali ini juga menggunakan sistem elektonik verifikasi (e-verifikasi), dengan cara memindai (men-scan) Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). E-verifikasi ini dilakukan untuk menghindari kecurangan adanya pemilih ganda dalam pilkades e-voting. Data warga setempat akan muncul secara otomatis dan terekam dalam komputer panitia pilkades setelah di-scan.

Pesta demokrasi tingkat Desa ini tidak hanya diikuti warga setempat yang menggunakan hak pilihnya. Sejumlah lembaga dan daerah turut hadir dalam pelaksanaan pilkades dengan menerjunkan tim pemantau. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merupakan salah satu lembaga yang melakukan pantauan di Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo. Tim pemantau dari LIPI ditemui Wakil Bupati Boyolai, M. Said Hidayat yang kebetulah juga memantau di Desa setempat. Dengan menggunakan sepeda motor dengan membonceng ajudannya, Wabup Said Hidayat juga memantau pelaksanaan Pilkades di sejumlah Desa.



Kabupaten Mempawah, Kalimantan
Tim Pendukung Teknologi Informasi (IT Support) dari Bagian Pengolahan Data Elektronik (PDE) Pemkab Mempawah gencar melaksanakan sosialisasi dan simulasi ke 20 desa. Kabupaten Mempawah menjadi daerah pertama di Pulau Kalimantan yang menerapkan sistem electronic voting (e-voting) dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Pejabat Kepala Desa Pasir Afandi mengatakan, era informasi menuntut setiap orang untuk menguasai teknologi. Ia menyebut, saat ini teknologi elektronik sudah masuk hampir ke semua bidang. “Mau tidak mau masyarakat harus mengikuti perkembangan. Betapa pentingnya teknologi informasi ini,” ucapnya.

0 komentar:

Posting Komentar