Kunci Kemenangan Manchester United vs Leicester City : Merubah ke Formasi 4-4-2

Kecepatan para pemain depan Leicester City sudah tidak diragukan lagi. Banyak serangan balik sangat sukses membukukan golke sarang lawan-lawan mereka.

Untuk menghadapi Leicester City, Manchester United (MU) pun sempat agak keteteran di menit-menit awal babak pertama. Saat itu MU masih menggunakan pola formasi 4-2-3-1 dengan memasang Zlatan Ibrahimovich sebagai striker tunggal.

Namun beberapa menit kemudian, setelah pertandingan berjalan, MU pun mengubah pola mereka menjadi 4-4-2.


Jose Mourinho mengungkapkan perubahan sistem pola melawan Leicester City. Pola ini dirancang untuk memberikan Manchester United lebih memiliki 'stabilitas dalam bertahan'. Mourinho beralih ke formasi 4-4-2 di Stadion King Power dengan Zlatan Ibrahimovic dan Marcus Rashford depan.

"Kami melakukan itu dengan sangat baik tapi kami tidak memiliki sedikit kreativitas dengan bermain dengan cara ini.
"Normally our wingers are closer to the striker. Then we decide to change and yes we improved. But it's the goal that changed the story of the game." Jose Mourinho
Komentator dari Skysport,yang juga mantan pemain utama MU, Gary Naville, menyatakan apresiasinya buat Jose yang telah mengganti pola bermain dan menempatkan Henrikh Mkhitaryan sebagai pengemban tugas pemain nomor 10.

Gary Neville believes that success would have been more difficult if it wasn't for Mourinho's tactical reshuffle and Manchester United's 3-0 victory at Leicester hinged on a first-half formation shift from Jose Mourinho.
Previous
Next Post »