Teknologi Mengubah Perilaku Mahasiswa/i di Kelas

Mungkin teman2 media sosial sudah sering mendengar atau melihat postingan mhs/i yg memotret tulisan dosen nya di papan menggunakan smart phone. Itu lah yg terjadi di kelas2 saya saat mengajar recently. Maklum aja....saya berangkat ke UK tahun 2010, dan tahun2 tsb dan sblmnya belum terlalu booming penggunaan smartphones. Dan sekarang, setiap mhs/i membawa smart phones di kelas, yg sebagian besar menggunakan nya utk memotret slides kuliah atau penjelasan dosen di papan tulis.

Lalu, bgm saya menyikapi, sebagai dosen yg melihat prilaku mhs/i sy seperti ini? Bagaimana pengaruh prilaku ini thd kesuksesan proses pembelajaran ?

mahasiswa memotret materi kuliah

Beberapa kolega saya ada yg secara strictly melarang mhs/i memotret penjelasan mereka dikelas. Mhs/i diharuskan mencatat saja. Alasan mereka sangat bagus ya. Banyak hal yg tidak akan dilakukan mhs/i jika hanya memotret tanpa mencatat. Pertama, lupa mencatat kembali dan akibatnya tidak me review materi yg diberikan dikelas. Kedua, tidak mengerjakan latihan2 soal yg dianjurkan, karena tidak dicatat ulang tadi.

Perlu diketahui ya, di beberapa universitas kecil spt unsoed, dosen2 harus bekerja extra keras utk memotivasi belajar mhs/i spy proses pembelajaran di kelas berhasil. tujuannya agar tidak ada mhs yg memperoleh nilai D dan E.

Salah satu bentuk motivasi dosen2 disini adalah mendisiplinkan mhs/i utk mempunyai catatan, bukan hanya mengopy soft copy materi kuliah atau memotret slides di kelas. Selain itu, kami (not including me ya hehe) juga melakukan pemeriksaan thd buku2 catatan mhs/i apakah mereka sudah mengerjakan latihan soal yg diberikan dikelas atau tidak. Dan kami akan menilai catatan mereka.

Tujuan kami tidak lain adalah mengantarkan mhs/i kepada kesuksesan dalam ujian akhir nanti.



Bgm dengan saya sendiri? Berpengalaman dari mengikuti proses pembelajaran di UK, khususnya uni t4 sy study, dimana mhs/i bias any sudah diberikan lecture notes sblm perkuliahan, maka sy mencoba menerapkan hal itu disini. Walaupun sering kali memberikan notes nya setelah kuliah hehe maklum sering sibuk.

Saya mungkin termasuk dosen yg tidak terlalu strict dlm mengatur mhs/i sy dlm kelas. Artinya,,saya tidak keberatan jika ada mhs/i ingin mengopy materi kuliah dari saya dlm flash disk ataupun tidak melarang jika mereka memotret dikelas. 
memanfaatkan tablet.smartphones untuk perkuliahan
Karena menurut sy mereka bisa mendapatkan materi kuliah dari sumber mana saja. Jika mereka punya kumpulan materi kuliah dlm bentuk soft copy akan lebih baik ya, karena mereka bisa menyimpannya sampe puluhan tahun . Sednagkan kalau hanya catatan dibuku tulis, mungkin mudah rusak ya . 


Namun, saya selalu mengingatkan mereka utk mpy catatan sendiri juga , karena bgm pun juga mereka hrs banyak revising dan practicing. 

Math is nothing but practicing, begitu yg selalu sy tekankan ke mhs sy.

(*sedikit coretan saya dipagi hari ini yg sedang diliputi mendung dan hujan kecil2*)

Beberapa komentar dari tulisan saya di atas :
  • Saya termasuk tipe orang yg lebih bisa belajar dari hasil catatan sendiri bu.. Dengan mencatat, belajar jadi lebih mudah & lebih cepat memahami karna memang banyak prosesnya..dari melihat materi dosen, mencatat, kemudian dibaca..apalagi kalo catatan di kelas disalin lagi di rumah supaya lebih rapi..lebih banyak lagi interaksi dengan materi..jadi hanya dari proses mencatatpun sudah bisa paham.. Buku catatan materi kuliah saya masih tersimpan rapi bu rani..mau dibuang kok rasanya sayang..minimal untuk kenang2an..heehee (mantan Mahasiswa Unsoed)
  • Sama di sini. Pelajar dah tak rajin mahu mencatat nota. (Dosen di Malaysia)
  • Dosen-dosen pun ketika mengikuti seminar / conference, pemaparan speakers di potret pakai smartphone, tidak dicatat. padahal tiap seminar kit ada note sama pulpennya (Dosen di Unsoed)
  • I did it hen :) ,aku foto slide krn instrukturnya explainnya kyak kreta api he...he.. (Gutu di Bali)
Previous
Next Post »