Metode/Cara Menghitung Banyaknya Orang dalam Keramaian atau Kerumunan

Jika memperhatikan berita di beberapa media *televisi, koran, terkadang kita memperoleh informasi yang berbeda soal banyaknya orang yang datang dalam suatu kegiatan yang melibatkan sangat banyak orang.

Misalnya konser musik di lapangan terbuka atau demonstrasi massal seperti pada peristiwa Mei 2008 atau yang terbaru adalah Aksi Damai Bela Islam 4 November 2016. Terkadang perbedaan itu sangat parah, malah-malah bisa sampai tiga digit ribuan.
  • TV X mengatakan ratusan ribu orang datang
  • TV Y menyiarkan hanya beberapa puluh ribu yang datang
  • Koran A menulis 200 ribu orang datang
  • Koran B mengklaim ada 500 ribu orang
  • dan bahkan terjadi juga perbedaan juga antar reporter/wartawan, meskipun mereka berasal dari media yg sama

Bagi yang tidak peduli dengan kuantitas tentu tak masalah. Namun bagi yang butuh data itu, misalnya kegiatan politik, maka jasa penghitung kerumunan perlu disewa. Tugasnya mendapatkan perkiraan yang mendekati kebenaran jumlah peserta.



Menurut saya, sebaiknya setiap media mempunyai dasar/rujukan/argumen dalam menyampaikan data banyaknya orang meskipun ini kelihatannya hal yang sepele. Misalkan saja beritanya menjadi seperti ini "Berdasarkan pengamatan kami di lapangan,jumlah yang datang kurang lebih satu juta orang,ini berdasarkan pengamatan bahwa banyaknya orang dalam 1 meter persegi adalah 8 orang sedangkan luas jalan ini sekitar xxxx meter persegi, maka bisa dihitung .... "

Jadi tidak hanya berdasarkan perkiraan kasar tanpa dasar/argumen yang jelas.

Cara penghitungan banyak orang dalam kerumunan/keramaian yang sering digunakan adalah Metode Jacob (Jacob's method).

Jacobs's Method
The most common technique for counting crowds at protests and rallies is Jacobs's Method, named for its inventor, Herbert Jacobs. Jacobs method involves dividing the area occupied by a crowd into sections, determining an average number of people in each section, and multiplying by the number of sections occupied. 
Berdsarkan laporan penelitian dari Life's Little Mysteries, para peneliti biasnya menggunakan bernacan teknik untuk mendeteksi, menjejak, dan memantau kerumunan orang, seperti: menggunakan laser, satelit, fotografi udara, sistem kisi-kisi 3D, rekaman video, atau balon pengamatan. Mereka menghitung hingga beberapa blok di sekitar pusat kegiatan dan memantau dari ketinggian 400 hingga 800 feet (atau sekitar 120 to 240 meter).

Berikut rangkuman beberapa metode untuk mengestimasi banyaknya orang dalam kerumunan atau keramaian:



Metode pertama: Diawasi dari udara. Pencitraan kamera overhead berkualitas tinggi dapat memberikan perhitungan cukup akurat tentang berapa banyak orang berada di suatu tempat. Cara ini digunakan saat menghitung massa yang menyaksikan malam inagurasi pelantikan Presiden AS Barack Obama tahun 2009.

Metode kedua: Ambil sampel. Fokus pada satu bagian kecil dari kerumunan, dan hitung kepadatannya. Pakar kerumunan University of Illinois, Clark McPhail, menyatakan seseorang dapat dengan nyaman berdiri dalam bidang seluas lima kaki persegi, atau setara 0,646 meter persegi. Dalam situasi ramai, setiap orang dapat menekan menjadi separuhnya. Tinggal dibagi dengan luas lokasi mereka berkerumun.

Metode ketiga: Mengukur luas lokasi tempat kerumuman berlangsung. Contohnya saja Tahrir Square luasnya sekitar 490 ribu kaki persegi, menurut perkiraan badan intelijen swasta, Stratfor. Kalau melihat kerumunannya yang padat dan dengan asumsi satu orang berdiri di atas bidang selas 2,5 kaki persegi, maka ada sekitar 200 ribu orang berkumpul di Tahrir Square sewaktu menuntut Mursi turun.

Cara Menghitung Banyaknya Orang dalam Aksi 4 November 2016 (411)
Kita bisa menggabungkan Metode Jacob (Jacob's method) dan menggunakan google map untuk menghitung luas area sekitar pusat kegiatan Aksi 411.


(Bersambung)
Previous
Next Post »