Our social:

Sabtu, 03 September 2016

Kembalikan lagi, Metode Membaca Buku sesuai dengan Levelnya - Seperti di UK

A child’s ‘reading journey’ begins with ‘learning to read’ and moves on into ‘reading to learn’.
Kali ini saya akan memposting tentang bagaimana mengajari membaca bagi anak-anak di sekolah-sekolah UK. Tulisan ini berdasarkan pengalaman saya, selama 5 tahun tinggal di Colchester ,UK disamping kebetulan waktu 3 anak saya waktu itu datang ke UK, yaitu tepat di malam tahun baru 2011, waktu mereka berumur 1,5 tahun, 4 dan 9 tahun.
Kemudian anak pertama dan kedua langsung menikmati bersekolah di St. Andrews Junior school year 5 (untuk anak saya yg 9 tahun) dan di Broomgrove Infant school - level reception (untuk yg 4 tahun). Mereka mulai bersekolah sekitar tanggal 5 Januari 2011 setelah liburan Christmas 2010 dan tahun Baru 2011 selesai.
Untuk anak yang terakhir akhirnya masuk ke Nanas Nursery Colchester, setelah dia berumur 2 tahun lebih dan masih harus bayar, karena di UK, anak akan memperoleh fasilitas pendidikan secara free saat mulai berumur 3 tahun.

Jadi saya bisa menceritakan bagaimana memulai mengajarkan membaca (English) dari nol, mulai dari cara pengucapan huruf per huruf yang benar (untuk anak saya yg ke-3), mulai membaca dari sight words (anak yang ke-2) dan membaca tingkat lanjut (untuk anak yang pertama).


Fokus pemerintah UK dalam pengajaran membaca ini adalah pada anak usia 3 sampai 11 tahun, yaitu kerjasama antara guru di sekolah dan orang tua di rumah. Sedangkan selebihnya diharapkan membaca dengan mandiri.

Semua sekolah dasar di UK,mulai dari nursery, infant, junior school) menggunakan panduan yang sama secara nasional, yaitu Oxford Reading Tree.

Adel, sewaktu masih di recpetion (4 tahun), setelah melewati tahapan membaca sight words, mulai membaca buku dengan jumlah kata < 50 per buku. Setiap satu minggu,kemampuan membaca dan bercerita kembali akan di-evaluasi oleh guru kelasnya. Hasilnya apakah sudah boleh mengganti bukunya (dalam level yang sama) atau levelnya akan dinaikkan setelah semua buku pada level tersebut sudah selesai di baca. Jadi Guru terlihat sangat berhati-hati, tidak terburu-buru menaikkan level. Namun,setiap anak terlihat sangat menikmati metode ini.
Jadi ingat waktu sekolah dulu, anak buku bacaan 'INI BUDI',yang mulai dari 2 kata, bagaimana mengeja,belajar suku kata, hingga membaca kalimat yang agak panjang.
InShaa Allah,nanti saya akan sambung bagaimana mengajari anak membaca English mulai dari nol sesuai pengalaman di UK.


Anak saya yang pertama (year 5) sudah harus membaca buku-buku dengan kalimat yang panjang dan dengan isi dan level bahasa yang lebih komplek. Kemudian sehabis membaca,berapapun jumlah halamannya, dia harus menyampaikan ulang kepada orang tua sesuai buku yang sudah dibacanya, dan akhirnya membuat cerita sendiri dan essay hingga ratusan kata.
Hasilnya ?
Bisa kita perhatikan di lingkungan UK, anak-anak bisa berbahasa yang baik, memilih kata yang tepat. Cara mereka berbicara dan pemilihan katanya pun berbeda saat mereka berbicara dengan teman dan/atau pada orang yang lebih tua.

Jadi harapan saya, semoga cara pengajaran membaca di Indonesia bisa diseragamkan secara nasional, mulai dari level pemula (pengejaan huruf per huruf secara benar), penyambungan huruf per huruf, membaca kalimat sederhana, hingga membaca tingkat lanjut, merangkai kalimat sendiri, membuat karangan dengan bahasa yg baik hingga membuat essay yg mungkin bisa berlembar-lembar. Semuanya itu dikontrol dengan baik, tidak perlu terburu-buru.

Semoga bermanfaat.

Jogja Timur, akhir pekan pertama September 2016

0 komentar:

Posting Komentar