Our social:

Kamis, 18 Agustus 2016

Belajar dari Anak Desa yang Mempersembahkan Emas tepat di HUT ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia

Akhirnya Doa ayah Tontowi Ahmad, Muhammad Husni Muzaitun terkabul sudah. Beberapa waktu yang lalu Beliau pernah berdoa :
"Dia sudah membuat bangga orang tua. Dia berhasil memberikan dua gelar All England, mudah-mudahan ke depan ia bisa menjadi juara dunia dan Olimpiade,"
Pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil mempersembahkan emas di Olimpiade Rio 2016 setelah mengalahkan pasangan ganda campuran Malaysia 2 set langsung.

Tontowi Ahmad berasal dari Sumpiuh, sebuah kecamatan di Kabupaten Banyumas, sekitar 40 menit dari Purwokerto, atau sekitar 4 jam dari Yogyakarta ditempuh dengan perjalanan darat. Sehingga setiap harus berangkat ke Jakarta, Tontowi memerlukan minimal 5 jam perjalanan, yaitu dari Sumpiuh ke Yogyakarta dilanjutkan pesawat dari Yogya ke Jakarta.

Saya bisa merasakan keletihannya, karena saya sering melakukan perjalanan darat dari Purwokerto ke Yogya. Tapi ternyata, perjalanan jauh yang harus dilalui itu tidak membuat Tontowi patah semangat yang sekarang sukses mengukir prestasi di dunia bulutangkis tingkat dunia bersama pasangan ganda campurannya,yaitu Lliyana Natsir.

Orang tua Tontowi di Sumpiuh sengaja membuat lapangan bulutangkis untuk melatih anak-anaknya sejak kecil.
Selepas SMP ia bergabung dengan Klub Argo Pantes di Tangerang dan kemudian dilirik Pusdiklat Gresik sebelum ditawari PB Djarum, klub bulutangkis terbesar di Indonesia, untuk bergabung.

Sejak itu, ia sudah sedikitnya lima kali berganti pasangan ganda campuran sebelum akhirnya berduet dengan Liliyana Natsir, yang sebelumnya sudah menjadi juara dunia dua kali dan meraih medali perak Olimpiade bersama Nova Widianto.

Saksikan video -nya disini Detik-Detik Indonesia Raih Emas di Olimpiade 2016 https://www.youtube.com/watch?v=efxRZYJ-S9s

0 komentar:

Posting Komentar