Our social:

Selasa, 26 Juli 2016

Clothes and Shoes Banks, Cara Berbagi di UK kepada yang Membutuhkan

“No one should have to walk around in smelly clothes just because they haven’t got enough money. No child should have to go to school in ripped clothes.”
Masyarakat UK dikenal budaya berbagi-nya. Ada banyak lembaga charity yang dibentuk oleh masyarakat di sana. Masih ingat Lady Diana yang sangat terkenal dengan berbagai program charity-nya.

Salah satu bentuk ke-generous-an warga UK adalah mengumpulkan pakaian dan sepatu yang masih pantas bagi mereka yang membutuhkan.


Pemerintah lokal dan lembaga-lembaga volunteer (seperti Islamic Releief, Salvation army, british Heart Foundation) menyediakan tempat penampungan baju dan sepatu di banyak tempat, biasanya malah di tempat yang ramai dan sering dikunjungi banyak orang, seperti : area parkir pusat perbelanjaan/supermarket dan kampus perguruan tinggi.

Pada kotak penampungan tersebut biasanya sudah tertulis apa saja yang boleh dan tidak boleh dimasukkan dalam box tersebut. Ada box yang hanya untuk baju/tekstil saja, sepatu saja,atau bisa untuk keduanya. Sebaiknya baju atau sepatu dibungkus dulu dengan tas plastik sebelum dimasukkan ke dalam box.

Ingat, tujuan adanya clothes and shoes bank ini adalah untuk membantu yang membutuhkan.So, luruskan niat utuk membantu, sebaiknya pilih pakaian dan sepatu yang masih pantas pakai, dan bungkuslah dengan tas plastik biar tidak berserakan di dalam box penampungan.


Kurang lebih setiap minggu, ada pekerja atau voluteer yang memindahkan pakaian dan sepatu dari kotak penampungan ke tempat/gedung yang lebih besar. Selanjutnya, baju dan sepatu tersebut akan disortir, dipilih yang masih bagus (pantas pakai) dan dipisahkan sesuai kelompoknya, misalkan baju hangat untuk orang tua, sepatu atau seragam sekolah untuk anak-anak dan sebagainya.

Sewaktu tinggal di UK, anak-anak sering kami ajak untuk mengumpulkan baju/sepatu mereka yang sudah kesempitan untuk dimasukkan ke kotak2 tadi. Biasanya mereka masukkan sendiri, biar ikutan menyadari kalau brang-barang tersebut masih bisa bermanfaat untuk orang lain, tidak hanya dibuang begitu saja.

Selain dibagi langsung kepada yang membutuhkan, ada juga lembaga yang mencari dana sumbangan dengan menjual baju, sepatu,atau barang-barang bekas pakai lainnya di toko-toko charity. Hasil penjualannya digunakan untuk melakukan program2 sumbangan disamping juga digunakan untuk menutup biaya sehari-hari, seperti transportasi, sewa tempat dan sebagainya.


Beberapa toko charity selalu memasang pengumuman tentang kebutuhan volunteer. Banyak yang bisa dilakukan kalau ikut dalam kegiatan charity itu. Kebetulan saya  dulu pernah ikutan lembaga charity British Heart Foundation (BHF) yang fokusnya adalah membantu para penyandang penyakit jantung dan kanker baik anak-anak, dewasa maupun juga orang tua.

Alasan saya bergabung dengan BHF disamping untuk ikutan program amal, saya ingin sering-sering bertemu, berkumpul, ngobrol dan bertukar pengalaman dengan warga lokal (Inggris) membuka wawasan dalam waktu luang saya, disamping menghabiskan waktu di kampus.




Semoga bermanfaat ya.

Baca juga artikel terkait:
Cara-melindungi-hak-Anak oleh Pemerintah UK
Checklist-persyaratan VISA secara online-

0 komentar:

Posting Komentar